FreeNas Penyimpanan data secara terpusat
Asslamualaikum teman teman
Papa blog kali ini saya akan membahas tentang penyimpanan data secara terpusat. Dalam dunia industri tentunya kita dapat melihat data pada dunia industri itu banyak sekali data yang harus diamankan karena data merupakan suatu hal paling penting dalam dunia industri atau didunia mana pun,
nahh.. jadi disini saya akan menjelaskan dan memberikan tutorial pada teman teman semua bagaimana cara membuat penyimpanan data secara terpusat. okkee ikuti langkah-langkahnya ya..
sebelum kita memasuki tutorial pembuatan freeNas kita akan membuat DAS nya dlu ikuti langkah berikut ini
1, langkah pertama kita pilih menu penyimpanan /storage kemudian klik menu + lalu tekan icon create new disk
2. setelah mengklik menu create new disk kemudaian pilih VDI
3. setelah menekan next langkah selanjutnya yaitu pilih menu dynamically alocated lalu tekan next
4. setelah itu kita buat nama disk tersebut dengan nama kita DAS Riko lalu klik create
1. langkah pertama kita harus menyiapkan OS FreeNas yang akan kita gunkan pada penyimpanan tersebut seperti pada gambar dibawah ini.
2. Penginstalan FreeNAS di VirtualBox bertujuan untuk membuat tempat penyimpanan dalam skala yang lebih besar. Pembuatan Virtual Machine di tunjukan pada Gambar dibawah ini
3. Setelah pembuatan Virtual Machine selesai langkah selanjutnya yaitu menentukan ukuran hard disk yang akan digunakan agar sistem operasi dari FreeNAS didukung untuk di install di VirtualBox. Ukuran hard disk yang perlukan di sistem operasi ini sebesar 5GB. Pebuatan Virtual Hard Disk Size sebesar 5GB ditunjukan pada Gambar di bawah ini
4. Selanjutnya membuat disk baru, pada bagian ini kita bisa melakukan pengaturan terhadap media penyimpanan yang ada pada mesin virtual. Mulai dari menambah baru, menghapus, atau bahkan menambah jenis kontrol (interface) pada media penyimpanan tersebut, mulai dari IDE (Integrated Drive Electronics), SATA (Serial ATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS (Serial Attached SCSI), Floppy, USB (Universal Serial Bus) atau NVMe (Non-Volatile Memory Express). (Gufron Rajo Kaciak, 2014). Pembuatan disk yang baru ditunjukan pada Gambar
5. Selanjutnya, nama file virtual hard disk baru yang akan dibuat. Dan juga ukuran virtual hard disk yang akan dibuat. Ukuran maksimal virtual hard disk baru yang dibuat secara GUI adalah 2 TB. Namun pada sistem ini hanya membutuhkan 10GB. Pembuatan Disk Yang Baru Dengan Ukuran 10GB di tunjukan pada Gambar
6. Selanjutnya memasukan file ISO FreeNAS yang akan di install. File ISO yang digunakan versi FreeNAS-9.2.1.8-RELEASE-x86. Memasukan file ISO FreeNAS ditunjukan pada Gambar
7. Selanjutnya, mengatur network adapter. Network adafter yang digunakan yaitu bridged adapter. Adapun bridged adapter adapter ini merupakan sebagai sambungan untuk penyimpanan data dengan nama Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter. Maksud dari Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter ini, sistem yang akan digunakan harus terhubung pada jaringan Wifi atau Hotspot. Pengaturan Natwork Bridged Adapter ditunjukan pada Gambar
8. Penginstalan FreeNAS merupakan file ISO yang telah dimasukan pada virtual machine dapat di install. Install/Upgrade klik OK ditunjukan pada Gambar
9. Selanjutnya, memilih hard disk yang digunakan untuk tempat penyimpan. Hard disk yang digunakan yaitu hard disk yang berukuran 5.3 GB ditunjukan pada Gambar
10. Selanjutnya menunggu proses penginstalan FreeNAS ditunjukan pada Gamba
11. Selanjutnya, proses penginstalan FreeNAS telah sukses di tunjukan pada Gambar
12. Selanjutnya melakukan perebootan atau melakukan restart pada sistem gunanya untuk pengecekan pada FreeNAS sudah terinstall atau belum. Kemudian melakukan shutdown pada sistem ditunjukan pada gambar
13. Pada tahapan selanjutnya merupakan proses shutdown system ditunjukan pada Gambar
14. Setelah selesai melakukan shutdown system langkah selanjutnya adalah menghapus file ISO FreeNAS yang telah diinstall. Hapus file ISO FreeNAS di tunjukan pada Gambar
15. Setelah melakukan penghapusan file ISO FreeNAS langkah selanjutnya adalah menjalankan sistem FreeNAS tersebut. Proses ranning FreeNAS ditunjukan pada Gambar
16. Setelah proses running FreeNAS selesai, sistem FreeNAS mendapatkan alamat IP yang akan digunakan oleh administrator untuk mambuka server FreeNAS ditunjukan pada Gambar
17. Pada pengujian FreeNAS ini di web browser dari IP yang di dapatkan tadi. Pada web ini Admin dapat menambahkan user atau pengguna baru seperti kepala dinas, kepala bidang kebudayaan, kepala bidang objek dan kepala bidang pemasaran. Di web ini kita dapa mengatur volume nya, volume disini artinya menambah kan sebuah file shere pada web FreeNAS sebagai tempat penyimpanan. Kemudian membuat shering windows agar FreeNAS berfungsi sebagai tempat penyimpanan terpusat.
Pada tampilan pembuatan password administrator merupakan tampilan awal pada Web Server FreeNAS dan juga tempat untuk membuat password baru untuk administrator ditunjukan pada Gambar
18. Setelah melakukan perubahan password admin dapat untuk melakukan proses login pada Web Server FreeNAS melakukan login akan muncul tampilan yang ditunjukan pada gambar
19. Setelah melakukan login dan tampilannya, langkah selanjutnya adalah membuat volume untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan data. Volume ini dibuat dengan nama Share. Tampilan volume pada FreeNAS dengan nama Share dapat ditunjukan pada Gambar
20. Setelah melakukan pembuatan volume Share selesai di Add akan muncul pemberitahuan bahwa volume berhasil dibuat, dapat ditunjukan pada Gambar
21. Setelah melakukan pembuatan volume, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala dinas dan user tersebut diberi nama Kepala Dinas yang ditunjukan pada Gambar
22. Setelah melakukan pembuatan user Kepala Dinas, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala kebudayaan dan user tersebut diberi nama Kepala kebudayaan yang ditunjukan pada Gambar
23. Setelah melakukan pembuatan user kebudayaan, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Object dan user tersebut diberi nama Kepala Objec yang ditunjukan pada Gambar
24. Setelah melakukan pembuatan user Objec, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Pemasaran dan user tersebut diberi nama Kepala Pemasaran yang ditunjukan pada Gambar
25. Setelah melakukan proses pembuatan user, user tersebut akan tampil yang ditujukan pada Gambar
26. Setelah berhasil membuat user baru langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Dinas dapat di tunjukan pada Gamba
27. Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Objec dapat di tunjukan pada Gambar
28. Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Searing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar
29. Setelah berhasil membuat user kepala kebudayaan langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar
30. Setelah pembuatan Sharing Windows berhasil langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian pada sistem. Dengan menggunakan alamat IP //192.168.43.82 administrator dan user yang telah ditentukan bisa mengakses alamat IP tersebut. Pengujian Pada Run Bahwasannya FreeNAS Berjalan dengan Baik atau Tidak ditunjukan pada Gambar
31. Setelah melakukan pengujian dengan alamat IP yang dapat dari FreeNAS langkah selanjutnya akan tampil beberapa folder. Folder –folder tersebut dapat dikelolah oleh seluruh pegawai. Folder –folder tersebut dibuat agar mudah untuk pencarian data yang di perlukan dan juga menggunakan pengamanan pada folder setiap bidangnya dapat ditunjukan pada Gambar
32. Setelah melakukan pegujian pada komputer server langakah selanjutnya adalah melakukan pengujian IP pada komputer client, pada pengujian ini terdapat folder-folder yang telah diberikan pengamanan dari server FreeNAS dapat ditunjukan pada Gambar
nah... teman sekian dulu tutorial pembuatan penyimpanan data nya ya teman
semoga bermanfaat ya teman- teman
Papa blog kali ini saya akan membahas tentang penyimpanan data secara terpusat. Dalam dunia industri tentunya kita dapat melihat data pada dunia industri itu banyak sekali data yang harus diamankan karena data merupakan suatu hal paling penting dalam dunia industri atau didunia mana pun,
nahh.. jadi disini saya akan menjelaskan dan memberikan tutorial pada teman teman semua bagaimana cara membuat penyimpanan data secara terpusat. okkee ikuti langkah-langkahnya ya..
sebelum kita memasuki tutorial pembuatan freeNas kita akan membuat DAS nya dlu ikuti langkah berikut ini
1, langkah pertama kita pilih menu penyimpanan /storage kemudian klik menu + lalu tekan icon create new disk
2. setelah mengklik menu create new disk kemudaian pilih VDI
3. setelah menekan next langkah selanjutnya yaitu pilih menu dynamically alocated lalu tekan next
Setelah pembuatan DAS Selesai slanjut kita masuk ke tutorial pembuaan FreeNAS nya, ikuti langkah berikut ini
1. langkah pertama kita harus menyiapkan OS FreeNas yang akan kita gunkan pada penyimpanan tersebut seperti pada gambar dibawah ini.
2. Penginstalan FreeNAS di VirtualBox bertujuan untuk membuat tempat penyimpanan dalam skala yang lebih besar. Pembuatan Virtual Machine di tunjukan pada Gambar dibawah ini
3. Setelah pembuatan Virtual Machine selesai langkah selanjutnya yaitu menentukan ukuran hard disk yang akan digunakan agar sistem operasi dari FreeNAS didukung untuk di install di VirtualBox. Ukuran hard disk yang perlukan di sistem operasi ini sebesar 5GB. Pebuatan Virtual Hard Disk Size sebesar 5GB ditunjukan pada Gambar di bawah ini
4. Selanjutnya membuat disk baru, pada bagian ini kita bisa melakukan pengaturan terhadap media penyimpanan yang ada pada mesin virtual. Mulai dari menambah baru, menghapus, atau bahkan menambah jenis kontrol (interface) pada media penyimpanan tersebut, mulai dari IDE (Integrated Drive Electronics), SATA (Serial ATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS (Serial Attached SCSI), Floppy, USB (Universal Serial Bus) atau NVMe (Non-Volatile Memory Express). (Gufron Rajo Kaciak, 2014). Pembuatan disk yang baru ditunjukan pada Gambar
5. Selanjutnya, nama file virtual hard disk baru yang akan dibuat. Dan juga ukuran virtual hard disk yang akan dibuat. Ukuran maksimal virtual hard disk baru yang dibuat secara GUI adalah 2 TB. Namun pada sistem ini hanya membutuhkan 10GB. Pembuatan Disk Yang Baru Dengan Ukuran 10GB di tunjukan pada Gambar
6. Selanjutnya memasukan file ISO FreeNAS yang akan di install. File ISO yang digunakan versi FreeNAS-9.2.1.8-RELEASE-x86. Memasukan file ISO FreeNAS ditunjukan pada Gambar
7. Selanjutnya, mengatur network adapter. Network adafter yang digunakan yaitu bridged adapter. Adapun bridged adapter adapter ini merupakan sebagai sambungan untuk penyimpanan data dengan nama Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter. Maksud dari Qualcomm Atheros AR956x Wireless Network Adapter ini, sistem yang akan digunakan harus terhubung pada jaringan Wifi atau Hotspot. Pengaturan Natwork Bridged Adapter ditunjukan pada Gambar
8. Penginstalan FreeNAS merupakan file ISO yang telah dimasukan pada virtual machine dapat di install. Install/Upgrade klik OK ditunjukan pada Gambar
9. Selanjutnya, memilih hard disk yang digunakan untuk tempat penyimpan. Hard disk yang digunakan yaitu hard disk yang berukuran 5.3 GB ditunjukan pada Gambar
10. Selanjutnya menunggu proses penginstalan FreeNAS ditunjukan pada Gamba
11. Selanjutnya, proses penginstalan FreeNAS telah sukses di tunjukan pada Gambar
12. Selanjutnya melakukan perebootan atau melakukan restart pada sistem gunanya untuk pengecekan pada FreeNAS sudah terinstall atau belum. Kemudian melakukan shutdown pada sistem ditunjukan pada gambar
13. Pada tahapan selanjutnya merupakan proses shutdown system ditunjukan pada Gambar
14. Setelah selesai melakukan shutdown system langkah selanjutnya adalah menghapus file ISO FreeNAS yang telah diinstall. Hapus file ISO FreeNAS di tunjukan pada Gambar
15. Setelah melakukan penghapusan file ISO FreeNAS langkah selanjutnya adalah menjalankan sistem FreeNAS tersebut. Proses ranning FreeNAS ditunjukan pada Gambar
16. Setelah proses running FreeNAS selesai, sistem FreeNAS mendapatkan alamat IP yang akan digunakan oleh administrator untuk mambuka server FreeNAS ditunjukan pada Gambar
17. Pada pengujian FreeNAS ini di web browser dari IP yang di dapatkan tadi. Pada web ini Admin dapat menambahkan user atau pengguna baru seperti kepala dinas, kepala bidang kebudayaan, kepala bidang objek dan kepala bidang pemasaran. Di web ini kita dapa mengatur volume nya, volume disini artinya menambah kan sebuah file shere pada web FreeNAS sebagai tempat penyimpanan. Kemudian membuat shering windows agar FreeNAS berfungsi sebagai tempat penyimpanan terpusat.
Pada tampilan pembuatan password administrator merupakan tampilan awal pada Web Server FreeNAS dan juga tempat untuk membuat password baru untuk administrator ditunjukan pada Gambar
18. Setelah melakukan perubahan password admin dapat untuk melakukan proses login pada Web Server FreeNAS melakukan login akan muncul tampilan yang ditunjukan pada gambar
19. Setelah melakukan login dan tampilannya, langkah selanjutnya adalah membuat volume untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan data. Volume ini dibuat dengan nama Share. Tampilan volume pada FreeNAS dengan nama Share dapat ditunjukan pada Gambar
20. Setelah melakukan pembuatan volume Share selesai di Add akan muncul pemberitahuan bahwa volume berhasil dibuat, dapat ditunjukan pada Gambar
21. Setelah melakukan pembuatan volume, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala dinas dan user tersebut diberi nama Kepala Dinas yang ditunjukan pada Gambar
22. Setelah melakukan pembuatan user Kepala Dinas, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data kepala kebudayaan dan user tersebut diberi nama Kepala kebudayaan yang ditunjukan pada Gambar
23. Setelah melakukan pembuatan user kebudayaan, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Object dan user tersebut diberi nama Kepala Objec yang ditunjukan pada Gambar
24. Setelah melakukan pembuatan user Objec, langkah selanjutnya adalah pembuatan user baru. User baru berguna untuk memasukan data seperti data Kepala Pemasaran dan user tersebut diberi nama Kepala Pemasaran yang ditunjukan pada Gambar
25. Setelah melakukan proses pembuatan user, user tersebut akan tampil yang ditujukan pada Gambar
26. Setelah berhasil membuat user baru langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Dinas dapat di tunjukan pada Gamba
27. Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Objec dapat di tunjukan pada Gambar
28. Setelah berhasil membuat Sharing Windows langkah selanjutnya adalah membuat Searing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar
29. Setelah berhasil membuat user kepala kebudayaan langkah selanjutnya adalah membuat Sharing Windows yang digunakan untuk folder penyimpanan data ataupun sebagai tempat pencarian baru bagi user Kepala Kebudayaan dapat di tunjukan pada Gambar
30. Setelah pembuatan Sharing Windows berhasil langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian pada sistem. Dengan menggunakan alamat IP //192.168.43.82 administrator dan user yang telah ditentukan bisa mengakses alamat IP tersebut. Pengujian Pada Run Bahwasannya FreeNAS Berjalan dengan Baik atau Tidak ditunjukan pada Gambar
31. Setelah melakukan pengujian dengan alamat IP yang dapat dari FreeNAS langkah selanjutnya akan tampil beberapa folder. Folder –folder tersebut dapat dikelolah oleh seluruh pegawai. Folder –folder tersebut dibuat agar mudah untuk pencarian data yang di perlukan dan juga menggunakan pengamanan pada folder setiap bidangnya dapat ditunjukan pada Gambar
32. Setelah melakukan pegujian pada komputer server langakah selanjutnya adalah melakukan pengujian IP pada komputer client, pada pengujian ini terdapat folder-folder yang telah diberikan pengamanan dari server FreeNAS dapat ditunjukan pada Gambar
nah... teman sekian dulu tutorial pembuatan penyimpanan data nya ya teman
semoga bermanfaat ya teman- teman































Comments